oleh

Antisipasi Kekeringan, Pemkot Bandung Siagakan 30 Pompa Air

Jabar.Sin.co.id – Pemerintah Kota Bandung menyiapkan 30 pompa air untuk membantu petani menghadapi risiko kekeringan dan menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau (25/6/2026).

Langkah tersebut dilakukan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung sebagai upaya menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Pemerintah juga melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan, penyediaan benih tahan kekeringan, serta perbaikan sarana pendukung pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan, sejumlah kawasan pertanian di wilayah timur berpotensi terdampak kekeringan apabila kemarau berlangsung panjang.

Wilayah tersebut meliputi Gedebage, Cibiru, Ujungberung, Buahbatu, Mandalajati, dan kawasan sekitarnya.

Baca Juga  HARDIKNAS 2023 Uu Ruzhanul: Merdeka Belajar untuk Kebebasan Insan Pendidikan Berkreasi

“Kalau melihat sebaran pertanian sawah, banyak berada di wilayah timur seperti Gedebage, Cibiru, Ujungberung, Buahbatu, Mandalajati dan sekitarnya. Itu menjadi titik-titik yang rawan mengalami kekeringan,” kata Gin Gin.

Ia mengungkapkan, sejumlah petani di kawasan Rancasari mulai merasakan penurunan debit air yang digunakan untuk mengairi lahan pertanian.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah mempercepat langkah mitigasi agar aktivitas pertanian tetap berjalan optimal.

Selain penyediaan pompa air, pemerintah memberikan edukasi kepada petani mengenai teknik budidaya yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Upaya lainnya meliputi pembangunan sumur dangkal, perbaikan irigasi sederhana, serta penyediaan benih unggul yang lebih tahan terhadap kekeringan.

Baca Juga  Pengurus SMSI, LBH SMSI dan MCM Provinsi Kalsel Resmi Dilantik

“Kami juga mengantisipasi serangan hama dan penyakit yang biasanya muncul saat musim kemarau panjang. Karena ancaman bagi petani bukan hanya kekurangan air, tetapi juga meningkatnya gangguan organisme pengganggu tanaman,” ujarnya.

Untuk mendukung kebutuhan petani, sekitar 30 unit pompa air telah disebarkan kepada kelompok tani dan Brigade Alat dan Mesin Pertanian.

Pompa tersebut dapat dipinjam secara gratis oleh petani dengan hanya menanggung biaya operasional penggunaan.

“Peralatan kami siapkan gratis. Petani hanya menanggung biaya operasional. Namun kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan tambahan bantuan pompa karena kebutuhan di lapangan cukup besar,” kata Gin Gin.

Baca Juga  SEMA-U UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gagas Training Legislatif se-Jawa Barat

Menurutnya, sebagian besar lahan pertanian di Kota Bandung masih mengandalkan sistem tadah hujan sehingga persoalan air menjadi tantangan yang rutin dihadapi petani.

Karakteristik tersebut membuat langkah antisipasi perlu dilakukan lebih awal untuk menjaga produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Melalui berbagai upaya mitigasi tersebut, Pemerintah Kota Bandung optimistis petani dapat mempertahankan hasil produksi meskipun menghadapi musim kemarau.

Langkah ini juga diharapkan menjaga pasokan pangan masyarakat serta mendukung keberlanjutan sektor pertanian di Kota Bandung.

News Feed